Pentingnya meluangkan waktu untuk tidur
Akibat Kurang Tidur
Kurang tidur memberi efek buruk pada stamina diantaranya sakit kepala dan sulit konsentrasi. Kondisi ini tentu akan membuat pekerjaan menjadi terbengkalai. Selain itu, kurang tidur juga dapat mengganggu metabolisme tubuh. Seperti yang sudah diketahui, tidur adalah proses pemulihan sel-sel tubuh. Jika proses ini terganggu tentu regenerasi sel-sel tubuh tidak akan maksimal. Akibatnya? Tubuh menjadi lemas, dan rentan terhadap berbagai penyakit. Kurang tidur juga dapat mengganggu kesehatan psikis, seperti mudah marah, uring-uringan dan menjadi sangat sensitif.Lamanya Tidur
Jadi, berapa jam tidur yang kita butuhkan? Kebutuhan waktu tidur setiap orang tidak sama. Tapi secara umum, kebanyakan orang dewasa membutuhkan 7 hingga 8 jam tidur. Sedangkan remaja dan anak-anak membutuhkan waktu sekitar 9 hingga 10 jam. Namun sebenarnya yang terpenting adalah kualitas tidur. Karena banyak pula orang yang tidur kurang dari 8 jam, tapi tetap bangun dengan tubuh segar. Bisa dibilang tidur pulas selama 4 jam akan lebih baik dibandingkan dengan tidur 10 jam tetapi gelisah.
Kebiasaan dan Enviroment yang Mendukung
Kita memang tidak dapat mengabaikan masalah pekerjaan, rumah tangga atau masalah lainnya yang menyebabkan kita sulit tidur. Tapi kita dapat mengadopsi kebiasaan yang dapat meningkatkan kualitas tidur kita. Diantaranya:
Menghindari makan besar menjelang tidur.
Snack boleh saja tapi makan besar dapat menyebabkan sistem pencernaan sibuk sehingga dapat mengganggu tidur kita. tidak melakukan olah raga berat antara dua hingga tiga jam sebelum tidur karena dapat meningkatkan suhu tubuh sehingga kita sulit tidur hindari konsumsi kafein 4 jam sebelum tidur ,membiasakan untuk tidur pada jam yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan tidak bekerja, membaca atau menonton televisi di tempat tidur karena akan membuat pikiran tetap sibuk
Tidak Tidur Berarti Tidak Ada Sel Otak Baru
Hilangnya waktu tidur bisa menyebabkan otak berhenti memproduksi sel-sel baru. Demikian menurut penelitian yang dimuat dalam Proceedings of the National Academy of Science. Dalam percobaan terhadap tikus, tim dari Universitas Princeton menemukan bahwa kurang tidur akan mempengaruhi hippocampus, suatu wilayah di otak yang terlibat dalam pembentukan ingatan. Para peneliti membandingkan tikus-tikus yang dibuat tidak tidur selama 72 jam dengan tikus yang bebas mendapat waktu tidurnya. Didapati, hewan yang tidak tidur menghasilkan hormon stres corticosterone dalam kadar jauh lebih tinggi. Mereka juga menghasilkan lebih sedikit sel-sel otak baru di wilayah hippocampus. Hasil ini menunjukkan bahwa kenaikan kadar hormon stres akibat kurang tidur bisa menyebabkan pengurangan produksi sel di otak. Dan efek di atas berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Buktinya, ketika pola tidur tikus dibuat normal kembali, tingkat produksi sel-nya belum juga naik selama dua minggu. Walau belum diketahui apakah efek kurang tidur pada tikus ini akan sama bila diujikan pada manusia, namun sudah diketahui luas bahwa kurang tidur menyebabkan gangguan konsentrasi dan masalah lain. Dan daripada pertumbuhan sel-sel otak kita terganggu, lebih baik tidur dalam waktu yang cukup.
0 comments:
Post a Comment